Performa Helmi Hasan; 1,5 Juta Interaksi Medsos, Audiens Tembus 7,9 Juta
Catatan Zacky Antony*
ZAMAN sudah berubah. Para pemimpin mau tidak mau harus beradaptasi dengan berbagai perubahan. Era manual mulai ditinggalkan. Diganti era digital. Strategi marketing juga berubah. Mengikuti selera pasar generasi Z yang berteman akrab dengan platform digital.
Demikian pula strategi komunikasi para pemimpin. Ketika Presiden Prabowo berpidato di forum Board of Peace (BoP) di Amerika Serikat, pada waktu yang sama juga bisa langsung diketahui oleh Masyarakat Indonesia. Dunia memasuki era tanpa batas teritorial.
Untuk mengetahui apa Langkah politik Presiden Donald Trump, public AS tidak perlu harus menunggu konferensi pers Gedung Putih. Tapi cukup mengikuti tweet Donald Trump di akun X (dulu Twitter) miliknya. Cepat. Murah. Dan Sederhana.
Cepat artinya langsung bisa diakses publik. Murah berarti tidak membutuhkan biaya seperti tempat, konsumsi, undangan dll. Sederhana artinya cukup jari tangan yang bekerja.
Postingan mengenai kebijakan/Langkah politik tersebut terkadang tergolong sensistif. Misalnya, menyangkut rencana serangan militer ke Iran. Jadi, ini bukan main-main. Saling ancam antara Trump versus Ayotullah Ali Khemenei, bisa dengan gamblang diketahui publik di ranah media sosial.
KDM Tempati Puncak
Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan merupakan dua tokoh yang memahami betul pergeseran zaman tersebut. Sebagai politisi, KDM dan HH mengubah stategi political marketing dengan menguasai panggung media sosial. Tujuannya jelas; berinteraksi sekaligus mempengaruhi pasar politik generasi muda yang memenuhi blantika sosial media.
Tidaklah heran apabila kedua nama ini selalu aktif di dunia media sosial. Belum lama ini, kedua tokoh tersebut bertemu di Bandung, Jawa Barat. Percakapan keduanya viral di media sosial. Beberapa akun memposting ulang dengan jumlah penonton yang lebih banyak lagi.
Sepak terjang KDM di panggung sosial media mengantarnya menjadi Gubernur paling disorot sepanjang satu tahun pertama masa jabatan sejak pelantikan gubernur se Indonesia serentak pada 20 Februari 2025.
Berdasarkan laporan tahunan Deep Intteligence Research (DIR) yang dirilis 22 Februari 2026, KDM memuncaki kategori publikasi media serta engagement media sosial. Mengungguli sejumlah gubernur lainnya di Indonesia.
Dengan menggunakan metodelogi media intelligence, DIP menarik seluruh data pemberitaan dan percakapan publik di media sosial dari para gubernur menyangkut tentang gubernur dan yang mempercakapkan gubernur.
Hasilnya? Total ditemukan 1,887 juta pemberitaan di media mainstream tentang gubernur se Indonesia. Engagement di medsos bahkan tembus 5,624 miliar. Dan jumlah audiens mencapai 33,798 miliar terlibat. Sebuah angka yang fantastis.
Engagement adalah tingkat interaksi, keterlibatan, dan komitmen antara audiens (pengguna media sosial/pelanggan) dengan gubernur. Ini diukur melalui respon aktif seperti like, komentar, share, save, atau klik pada konten.
Engagement yang tinggi menunjukkan konten relevan dan membangun hubungan serta loyalitas.
KDM menempati peringkat 1 diantara 38 Gubernur se Indonesia dengan mencatat 194,4 ribu pemberitaan media online, 16,1 ribu pemberitaan cetak, dan 4,6 ribu pemberitaan elektronik.
Yang mengesankan, Engagement KDM di medsos menembus 4,3 miliar dengan aundiens mencapai 25,5 miliar. Dan jumlah applause (tepuk tangan) hingga 250 juta dan Talk 3,3 juta. Bandingkan dengan penduduk Jawa Barat yang hanya sekitar 40 juta. Audiens KDM itu juga jauh melampaui jumlah penduduk Indonesia yang hanya 280 juta.
Peringkat kedua ditempati Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dengan mencatat jumlah Engagement medsos 959 juta dan jumlah audiens tembus 5,7 miliar. Dan jumlah applause 38,1 juta dan Talk 790 ribu. Angka engagement dan jumlah audiens Pramono cukup jomplang dibandingkan KDM. Selisih Engagement mencapai 3,2 miliar. Dan selisih jumlah audiens lebih menganga lagi yakni hampir 20 miliar.
Sedangkan peringkat ketiga ditempati Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Muzakir Manaf dengan jumlah Engagement mencapai 337,1 juta dan jumlah audiens mencapai 1,7 miliar. Dan jumlah applause mencapai 17 juta dan Talk 192 ribu.
Sentimen Positif Gubernur Bengkulu
Di mana posisi Gubernur Bengkulu? Jumlah Engagement (interaksi) medsos Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mencapai 1,5 juta. Persisnya 1.565.282. Dengan jumlah audiens tembus 7,97 juta dan jumlah applause sebanyak 1,48 juta. Dan jumlah Talk 54.420.
Dilihat dari statistik, jumlah engagement dan audiens Gubernur Helmi Hasan memang jauh dibawah KDM, Pramono atau Muzakir Manaf. Namun bila dilihat dari jumlah penduduk Provinsi Bengkulu yang hanya 2,1 juta, jumlah engagement dan audiens Helmi Hasan tersebut tergolong lumayan tinggi.
Yang menarik, Gubernur Helmi Hasan memperoleh sentimen media yang mayoritas positif. Dari jumlah pemberitaan media mencapai 36 ribu selama setahun terakhir (20 Februari 2025 – 20 Februari 2026. Sebanyak 29.817 pemberitaan diantaranya atau setara 83 persen mengandung sentiment positif. Sentimen negative hanya 5.545 pemberitaan atau 15 persen. Sedangkan 2 persen sisanya netral atau sebanyak 711 pemberitaan.
Dari segi jumlah pemberitaan yang mencatat 36 ribu pemberitaan, Gubernur Helmi Hasan masih di atas Gubernur Maluku, Hendrik Lawerissa yang mencatat 33 ribu pemberitaan. Atau Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dengan 24 ribu pemberitaan. Atau Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin juga 33 ribu pemberitaan, Gubernur Sulawesi Selatan dengan 35 ribu pemberitaan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwo X dengan 19 ribu pemberitaan, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dengan 22 ribu pemberitaan, Gubernur Sulawesi Tengah dengan 17 ribu pemberitaan, atau Gubernur Sulawesi Utara dengan 21 ribu pemberitaan, Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani 17 ribu pemberitaan, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dengan 27 ribu pemberitaan.
Dari sisi Engagement medsos, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mencatat 1,5 juta engagament, 54 ribu Talk, 1,5 juta applause dan 7,9 juta audiens. Statistik tersebut melampaui sejumlah gubernur lain seperti Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal yang tercatat Engagement medsos 6,8 ribu dan 146 Talk. Gubernur Jambi Al Haris juga tercatat 263,5 ribu Engagement dan 5 ribu Talk.
Gubernur Gorontalo 21 ribu Engagement dan 734 Talk, Gubernur Sulawesi Tenggara 566 ribu Engagement dan 3,3 ribu Talk, Gubernur Sulawesi Barat hanya 291 ribu Engagement dan 990 Talk Engagement medsos
Gubernur Helmi Hasan juga masih di atas, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dengan 66,7 ribu Engagement dan 3,5 ribu Talk, Gubernur Babel Hidayat Arsan dengan 303,5 ribu Engagement dan 6,9 ribu Talk, atau Gubernur Sulawesi Utara dengan 72,3 ribu Engagement dan 1,8 ribu Talk.
Penutup
Data-data statistik yang dirilis Deep Inteligence Research di atas meskipun belum menjadi jaminan refleksi bukti-bukti kerja kepala daerah, namun setidaknya bisa menjadi gambaran terutama pola komunikasi publik para gubernur di era digital sekarang.
Selain itu, data hasil research DIR tersebut juga memperlihatkan realitas kecenderungan platform sipil society yang mengutamakan platform media sosial sebagai sarana informasi dan komunikasi. Apabila total pemberitaan di media main pers tentang Gubernur se Indonesia hanya 1.887.196 pemberitaan yang tersebar di media siber, cetak dan elektronij. Jumlah Engagement di mesos tentang Gubernur mencapai 5,624 miliar dengan jumlah audiens mencapai 33,798 miliar.
Para pemimpin dituntut cerdas beradaptasi dengan perkembangan zaman. Siapa gagal beradaptasi, dia akan ditinggalkan zaman. Sebaliknya, mereka yang beradaptasi juga akan meninggalkan rekam jejak digital yang juga akan tercatat sepanjang zaman. Karena itu, tinggalkanlah rekam jejak yang positif melalui kerja-kerja yang memberi manfaat bagi rakyat.
*Penulis adalah wartawan senior di Bengkulu










