Gubernur Helmi Terima Penghargaan Kemendagri atas Keberhasilan Menurunkan Kemiskinan
TEDLINE.id – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilannya menurunkan angka kemiskinan di daerah. Bengkulu dinilai unggul dalam kategori penanggulangan kemiskinan untuk provinsi dengan kapasitas fiskal sedang.
Tahun ini, Bengkulu mencatat penurunan penduduk miskin sebesar 1,84 persen serta kedalaman kemiskinan hanya 0,1 persen, capaian yang melampaui rata-rata provinsi lain dalam kategori yang sama.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ia menegaskan bahwa apresiasi ini diberikan untuk memotivasi para kepala daerah agar terus bekerja maksimal bagi kesejahteraan rakyat.
“Para kepala daerah memegang legitimasi langsung dari rakyat sehingga penghargaan ini sekaligus memperkuat kepercayaan tersebut,” kata Mendagri, Senin (1/12).
Tahun ini, penilaian Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 diselenggarakan melalui kolaborasi antara Kemendagri dan Tempo Media Group. Proses penilaian berlangsung sejak Oktober 2025 dan mencakup pengumpulan data, diskusi panel, hingga verifikasi lintas lembaga. Tidak hanya melihat angka, penilaian juga mempertimbangkan visi, inovasi, serta kemampuan pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Dewan Pengarah Penilaian terdiri dari Direktur Utama Tempo Media Group Arif Zulkifli, Staf Khusus Kemendagri Muchlis Hamdi, serta Peneliti Utama BRIN Siti Zuhro. Mereka memastikan proses seleksi dilakukan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penilaian mencakup dua jalur utama: tata kelola pemerintahan dan akselerasi pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN). Berbagai indikator digunakan, mulai dari Indeks Inovasi Daerah, pengelolaan keuangan, capaian SPM, hingga data dari lembaga seperti Badan Pusat Statistik, Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Kementerian PAN-RB.
Dalam penilaian akselerasi PSN, sejumlah aspek menjadi sorotan, seperti penanggulangan kemiskinan, pengendalian inflasi, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi di sektor pertambangan maupun non-pertambangan. Penilaian ini dirancang bukan semata menentukan provinsi terbaik, tetapi menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Melalui ajang ini, pemerintah berharap muncul budaya kompetisi yang sehat antar daerah, sekaligus mendorong akuntabilitas, inovasi, dan peningkatan kualitas pemerintahan. Prestasi yang diraih Bengkulu menjadi bukti bahwa kerja kolaboratif dan komitmen kuat dapat menghasilkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.












