Dosen Universitas Lampung Dorong Pertanian Cerdas melalui Smart Greenhouse Berbasis Energi Hybrid
BANDAR LAMPUNG – Tim dosen Universitas Lampung (Unila) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknologi smart greenhouse berbasis energi hybrid di Desa Sukajadi Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan pertanian masyarakat.
Program yang didukung melalui skema pendanaan Pemberdayaan Masyarakat Pemula dari BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dirancang untuk memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam pengelolaan tanaman, khususnya dalam menjaga kondisi lingkungan tumbuh yang sesuai serta memastikan ketersediaan energi untuk mendukung operasional greenhouse.
Melalui program tersebut, tim pengabdian memperkenalkan konsep smart greenhouse yang memanfaatkan teknologi energi terbarukan berupa kombinasi panel surya dan turbin angin mini. Sistem hybrid tersebut digunakan sebagai salah satu alternatif sumber energi untuk mendukung pengoperasian berbagai perangkat dalam greenhouse.
Selain aspek energi, kegiatan juga diarahkan pada penerapan teknologi otomatisasi dan pemantauan kondisi lingkungan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan parameter lingkungan di dalam greenhouse dipantau dan dikendalikan secara lebih efektif sehingga masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pengamatan secara manual.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa penerapan teknologi tersebut tidak hanya berorientasi pada penggunaan perangkat, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami dan mengoperasikan teknologi pertanian modern.
“Program ini kami rancang bukan hanya untuk menghadirkan teknologi, tetapi juga memastikan masyarakat dan mitra memiliki kemampuan untuk mengoperasikan, memahami, serta mengembangkan teknologi tersebut secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Ifan Saputra sebagai Ketua Tim Pengabdian.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan beberapa tahapan kegiatan, mulai dari koordinasi dengan mitra, identifikasi kebutuhan, persiapan sarana dan prasarana, pengadaan komponen teknologi, pemasangan sistem greenhouse, hingga proses pengujian dan pendampingan kepada masyarakat.
Keberadaan greenhouse dari mitra menjadi salah satu modal penting dalam pelaksanaan program. Selanjutnya, tim melakukan pengembangan dan integrasi berbagai komponen pendukung agar greenhouse dapat dimanfaatkan sebagai sarana budidaya yang lebih terkontrol dan efisien.
Masyarakat dan mitra juga dilibatkan secara langsung dalam proses pelaksanaan. Pendekatan partisipatif tersebut dilakukan agar teknologi yang diterapkan dapat diterima dan digunakan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selain memberikan manfaat dalam aspek produktivitas, penerapan energi terbarukan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
”Pemanfaatan panel surya dan turbin angin mini menjadi bagian penting dari konsep yang dikembangkan karena sistem tersebut dapat menjadi alternatif sumber energi untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan kepada masyarakat.” ujar Nadia Julian Putri sebagai Anggota tim pengabdian.
Program ini juga sejalan dengan upaya mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui integrasi antara pertanian, teknologi digital, energi terbarukan, dan pemberdayaan masyarakat.
Tim pengabdian berharap teknologi yang telah diterapkan tidak berhenti pada tahap pelaksanaan program, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh mitra. Dengan adanya pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat, greenhouse diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran sekaligus pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi.
“Keberlanjutan menjadi salah satu hal yang sangat penting. Kami berharap setelah program selesai, mitra dapat secara mandiri memanfaatkan teknologi yang telah diberikan dan mengembangkannya sesuai kebutuhan,” lanjut Herlinawati yang juga menjadi anggota Tim Pengabdian.
Kegiatan pengabdian ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer hasil pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra masyarakat, teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di bidang pertanian.










