Dosen Universitas Bengkulu Perkuat Mitigasi Cedera Anak Usia Dini melalui Pemberdayaan Guru TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengklu Berbasis Sport Massage Mobile
TEDLINE.id – Tim dosen Universitas Bengkulu (UNIB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Pemberdayaan Guru TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu dalam Mitigasi Cedera Anak Usia Dini Berbasis Sport Massage Mobile.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal cedera pada anak usia dini melalui pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi digital.
Program ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru TK mengenai mitigasi cedera, penanganan awal cedera menggunakan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), penerapan sport massage yang aman, serta penggunaan aplikasi Sport Massage Mobile. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat implementasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif melalui layanan kesehatan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.
Tim pengabdian diketuai oleh Nurul Fajar Muslimah Ningrum, M.Pd. dari FKIP Program Studi Pendidikan Jasmani, dengan anggota Dr. Azizatul Khairi, M.Pd. dari FKIP Program Studi Teknologi Pendidikan dan Kingkin Dia Pita Loka, M.Biomed. dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, yaitu Deo Frans Kisswara, Revaldi Agustin, dan Kihan Alifia Pujiantoro.
Sebanyak tujuh guru TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu mengikuti kegiatan yang dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan tersebut meliputi lima tahapan, yaitu to Know (identifikasi kondisi dan kebutuhan mitra melalui observasi, wawancara, serta angket), to Understand (analisis permasalahan melalui Focus Group Discussion/FGD), to Plan (penyusunan program workshop, pelatihan, dan pendampingan), to Act (pelaksanaan workshop mitigasi cedera, pelatihan penanganan awal cedera, pelatihan sport massage, serta pendampingan penggunaan aplikasi Sport Massage Mobile), dan to Change (evaluasi perubahan pengetahuan, keterampilan, serta praktik guru secara berkelanjutan).
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat pada ruang lingkup Pengabdian kepada Masyarakat Pemula. Pendanaan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Nurul Fajar Muslimah Ningrum, mengatakan kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam memberikan layanan kesehatan dan perlindungan kepada anak usia dini.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan layanan kesehatan, perlindungan, dan kesejahteraan anak sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, dan ramah anak,” ujarnya.
Kepala TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu, Yuniar Gusni, M.TPd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjawab kebutuhan guru yang selama ini belum pernah mendapatkan pembekalan khusus mengenai mitigasi dan penanganan awal cedera pada anak usia dini.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selama ini guru memang belum mendapatkan pelatihan khusus mengenai mitigasi dan penanganan awal cedera pada anak usia dini. Melalui kegiatan ini, guru menjadi lebih memahami cara penanganan yang aman dan tepat,” katanya.
Hal senada disampaikan guru TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu, Madya Putri Utami, M.Pd. Ia menilai pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung yang mudah diterapkan di lingkungan sekolah.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung. Kami menjadi lebih memahami kapan cedera harus ditangani dengan metode RICE dan kapan sport massage dapat dilakukan dengan aman,” ujarnya.
Melalui program ini, para guru memperoleh pemahaman mengenai faktor-faktor risiko cedera pada anak, keterampilan melakukan penanganan awal secara tepat, teknik dasar sport massage yang aman, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai pendukung layanan kesehatan di lingkungan sekolah. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendukung implementasi PAUD Holistik Integratif sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Provinsi Bengkulu.







