Dosen UNIB Kenalkan Teknologi Pengering Energi Surya untuk Meningkatkan Mutu Bee Pollen di Desa Lubuk Gilang Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu
TEDLINE.id – Tim Dosen Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lubuk Gilang, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma dengan mengusung tema “Hilirisasi Bee Pollen Bengkulu melalui Peningkatan Mutu Berbasis Pengering Energi Surya, Legalitas Produk, dan Optimalisasi Akses Pasar.” Tujuan Kegiatan ini meningkatkan kualitas produk, mendorong peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. Dengan penerapan teknologi tepat guna, dukungan legalitas produk, serta strategi pemasaran yang tepat, bee pollen Bengkulu diharapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pengembangan produk unggulan daerah berbasis hasil hutan bukan kayu, khususnya Bee pollen yang dihasilkan oleh para peternak lebah di Kabupaten Seluma. Bapak Ahmad (Kepala Desa Lubuk Gilang) beserta dengan perangkat Desa, Kelompok Tani atau Kelompok Perlebahan dari Ranger Bee serta Masyarakat Desa Setempat juga turut hadir dalam kegiatan ini.
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat pada ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan nomor Kontrak 1969/UN30.15/PM/2026.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memberikan penyuluhan mengenai pentingnya penanganan pascapanen bee pollen yang baik, terutama proses pengeringan menggunakan pengering energi surya yang mampu menghasilkan produk dengan kadar air lebih rendah, mutu lebih terjaga, dan umur simpan lebih panjang dibandingkan metode pengeringan konvensional. Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai standar mutu produk, sanitasi dan higiene dalam proses produksi, serta teknik pengemasan yang menarik dan sesuai standar pangan.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, kegiatan ini juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai legalitas produk, meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), serta pentingnya sertifikasi halal sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas peluang pemasaran.
Pada sesi berikutnya, tim pengabdian memberikan materi mengenai strategi pemasaran dan optimalisasi akses pasar, mulai dari branding produk, desain kemasan, penentuan harga, hingga pemanfaatan media digital dan marketplace sebagai sarana promosi produk bee pollen Bengkulu agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pengabdian ini diketuai oleh Ulfah Anis, S.T.P., M.Sc. dari Fakultas Pertanian Program Studi Teknologi Industri Pertanian, dengan anggota Sri Wulandari, S.T.P., M.Sc. dari Fakultas Pertanian Program Studi Teknogi Inudtri Pertanian, Rama Dani Eka Putra, S.H., S.T., M.T, dari Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri. Kegiatan ini juga melibatkan Mahasiswa Muhammad Mirza Lutfi Ainurrafiq dan Perta Okamala.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Lubuk Gilang dapat meningkatkan kapasitas dalam mengolah bee pollen menjadi produk berkualitas tinggi, aman dikonsumsi, memiliki nilai tambah ekonomi, serta mampu menembus pasar yang lebih luas sehingga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat dengan pertemubuhan ekonomi. Program ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat hilirisasi hasil pertanian dan peternakan di Provinsi Bengkulu.











