Dosen Penjas FKIP UNIB Latih Guru PJOK se-Bengkulu Manfaatkan Google Workspace for Education demi Dukung Kurikulum Merdeka

TEDLINE.id — Tim dosen Program Studi S-1 Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Bengkulu (UNIB), sukses menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan penguatan kompetensi digital bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang tergabung dalam Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan Google Workspace for Education (GWfE) untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah, 19 Mei 2026 di Aula Prodi Pendidikan Jasmani Kota Bengkulu.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari kerja sama antara Prodi Pendidikan Jasmani dan IGORNAS Provinsi Bengkulu, organisasi profesi yang menaungi guru PJOK jenjang pendidikan dasar hingga menengah di wilayah tersebut. Tim pengabdi diketuai oleh Nur Fathanah, M.Pd, dengan anggota Septian Raibowo, M.Pd dan Drs. Tono Sugihartono, M.Pd, serta melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, yaitu Afri Dwi Ananda, Yayang Laras Dewi Pawestri, dan Yogi Novi Fitrana. Kegiatan ini diikuti oleh 25guru PJOK anggota IGORNAS dari berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu.

Ketua tim pengabdi, Nur Fathanah, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari temuan di lapangan bahwa sebagian besar guru PJOK di Bengkulu masih menghadapi keterbatasan kompetensi digital, khususnya dalam memanfaatkan platform pembelajaran berbasis teknologi. Penggunaan Google Workspace di kalangan guru selama ini disebut masih terbatas pada fungsi dasar seperti penyimpanan dokumen, dan belum menyentuh aspek kolaborasi kelas, manajemen pembelajaran, maupun evaluasi berbasis digital.

“Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran berbasis proyek dan asesmenformatif digital. Sementara itu, pengelolaan administrasi pembelajaran guru PJOK masih banyak dilakukan secara konvensional sehingga kurang efisien dan tidak terdokumentasi dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru-guru PJOK dapat lebih percaya diri mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran mereka,” ujar Nur Fathanah.

Baca Juga :  Maraknya Siswa Nakal, Wagub Mian: Akibat Guru Jarang Masuk Kelas

Kegiatan yang menyasar sekitar 25 guru PJOK anggota IGORNAS Bengkulu ini dilaksanakan menggunakan pendekatan Community Based ParticipatoryResearch (CBPR), yang menempatkan mitra dan tim pengabdi pada posisi setara dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pembangunan komitmen bersama mitra, perencanaan melalui focus group discussion, pengumpulan informasi kebutuhan lapangan, pelaksanaan workshop dan pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi program.

Dalam pelaksanaannya, para peserta dilatih menggunakan sejumlah fitur utama Google Workspace for Education, di antaranya Google Classroom untuk manajemen kelas digital, Google Forms untuk pembuatan instrumen asesmen daring, Google Sheets untuk pengolahan nilai secara otomatis, serta Google Drive dan Google Sites untuk pengarsipan dokumen dan penyusunan media pembelajaran berbasis web. Selama workshop berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan perangkat pembelajaran digital dengan pendampingan tim pengabdi dan mahasiswa.

Anggota tim pengabdi, Septian Raibowo, M.Pd, menambahkan bahwa program tidak berhenti pada pelaksanaan workshop semata. Setiap sekolah mitra akan memiliki satu guru yang ditunjuk sebagai agen perubahan (change agent) untuk mendampingi rekan sejawat setelah pelatihan berakhir. Tim pengabdi turut membentuk grup diskusi daring bersama para guru sebagai sarana konsultasi dan pemutakhiran informasi secara berkelanjutan, serta akan melakukan kunjungan pendampingan lanjutan ke sekolah-sekolah mitra.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti setelah pelatihan usai. Karena itu kami merancang pendampingan lanjutan, termasuk kunjungan ke sekolah mitra, agar perubahan yang terjadi benar-benar melekat pada praktik mengajar guru sehari-hari,” kata Septian.

Kegiatan pengabdian ini terlaksana berkat dukungan hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Skema Bantuan Pendanaan PNBP Fakultas dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu dan berlangsung dalam rangkaian program yang dijadwalkan hingga Desember 2026. Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, hasil kegiatan akan didiseminasikan melalui artikel ilmiah terakreditasi SINTA.

Baca Juga :  Bukan di Bengkulu, Guru Ini Bergaji 15.000 Per Bulan

Tim pengabdi menyampaikan terima kasih kepada FKIP Universitas Bengkulu atas dukungan pendanaan melalui skema hibah tersebut, yang dinilai menjadi fondasi penting bagi terlaksananya kegiatan pengabdian ini secara maksimal. Dukungan ini juga diharapkan dapat terus mendorong dosen-dosen di lingkungan FKIP UNIB untuk aktif menghasilkan karya pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya para pendidik di Provinsi Bengkulu.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdi FKIP UNIB berharap dapat mempersempit kesenjangan kompetensi digital guru PJOK di Provinsi Bengkulu, sekaligus memperkuat peran IGORNAS sebagai mitra jangka panjang FKIP UNIB dalam mendukung transformasi pembelajaran PJOK berbasis teknologi di era Kurikulum Merdeka.

Previously

Dosen Universitas Bengkulu Perkuat Mitigasi Cedera Anak Usia Dini melalui Pemberdayaan Guru TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengklu Berbasis Sport Massage Mobile

Next

Gandeng Unihaz, KPID Bengkulu Perkuat Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TedLINE.id
advertisement
advertisement