Bengkulu Dapat Rp 23 M Project Perhutanan Sosial
Pembiayaan dari Luar Negeri
TEDLINE.id – Ini kabar gembira bagi Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Bengkulu Utara. Provinsi Bengkulu akan mendapat project senilai Rp 23 miliar untuk pemberdayaan Masyarakat Perhutanan Sosial (PS).
Lokasi project tersebut rencananya tersebar di dua kabupaten yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong. Ini merupakan dua kabupaten terbesar di Provinsi Bengkulu.
Hal ini diungkapkan Sekda Provinsi Bengkulu, Dr. Herwan Antoni usai acara Sosialisasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) bertempat di Hotel Santika, Kamis (26/2) pagi.
“Iya. Dari narasumber pihak Badan Pengelolah Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan disampaikan bahwa Bengkulu akan mendapat project untuk pemberdayaan Masy Perhutanan sosial (PS) di BU dan RL. Pembiayaan melalui NJo sebesar 23 M,” terang Herwan Antoni.
Dikatakan Sekda, sosialisasi pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim merupakan tindak lanjut dari MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemprov Bengkulu dengan Bappenas. Pembiayaan dari Inggris. “Saat ini sedang finalisasi di BPDLH,” katanya.
“Pembiayaannya dari luar negeri melalui Blended Finance,” tambah Sekda.
Blended finance model BPDLH untuk Perhutanan Sosial meliputi beberapa fase. Yaitu fase Kelola Kawasan awal mencakup penguatan KPS dan persetujuan PS. Lalu Fase Kelola Lembaga mencakup pembentukan KUPS dan pengumuman KUPS. Kemudian fase kelola usaha lanjutan berupa ekspansi pasar. Fase Kelola Kawasan lanjutan terdiri dari penandaan batas, pendekatan dan identifikasi potensi dan penandaan ruang pengelolaan.
Setelah itu, dilanjutkan dengan fase Kelola usaha meliputi kewirausahaan, Kerjasama, penyiapan akses modal dan penyiapan akses pasar. Dan terakhir fase mandiri yaitu sosial foresty enterprise. (*)








