Meraih Cahaya Iman, Merangkai Silaturahmi Nasional

Hamparan manusia memenuhi lapangan Ijtima’ Tabligh Akbar Indonesia di Kotabaru, Lampung. Nyaris sejuta jiwa hadir, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Tamu dari lima benua hadir, memperkuat ikatan persaudaraan umat Islam sedunia. Awan teduh menaungi, menciptakan suasana hening dan khusyuk, di mana setiap jamaah larut dalam penghayatan iman.

Acara yang khidmat ini semakin istimewa dengan kehadiran tokoh nasional dan lokal. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan hadir. Ia tampak bersemangat menyambut para jamaah.

Beliau didampingi oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang dengan hangat menyambut seluruh tamu.

Kebersamaan juga terasa dengan hadirnya Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dan Walikota Parepare, Tasming Hamid, yang duduk bersama sebagai jamaah, menunjukkan kesetaraan di hadapan Allah. Kehadiran Anies Baswedan juga menambah semarak acara.

Pertemuan singkat yang dihadiri oleh para Masyaikh dari India, menegaskan bahwa acara ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga wadah silaturahmi yang strategis bagi pemimpin dan umat.

Khutbah Prof. Dr. Nasaruddin Umar: Tiga Tangga Menuju Cinta Ilahi

Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar menyampaikan khutbah tentang perjalanan spiritual muslim. Beliau menjelaskan tiga tingkatan iman:

  1. Iman Mukallaf, sekedar iman tapi kurang paham terhadap perintah dan larangan sehingga sering sholatnya bolong, ompong.
  2. Imanul ‘Awwam (Iman Orang Awam): Tingkatan dasar di mana ibadah terasa sebagai beban. Motivasi utama adalah “karena diperintahkan”, tanpa penghayatan mendalam. Iman ini rapuh dan mudah goyah.
  3. Iman Ahli Ibadah: Pada tingkatan ini, ibadah menjadi kenikmatan. Seorang hamba rajin beribadah, termotivasi oleh harapan surga dan takut neraka. Ini adalah tingkatan mulia yang perlu dilalui.
  4. Iman Ahlullah (Iman Kekasih Allah): Inilah puncak spiritualitas. Iman didasari cinta kepada Allah semata. Ibadah bukan lagi tentang surga atau neraka, tetapi tentang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Inilah maqam para wali dan orang saleh.
Baca Juga :  Gubernur Bengkulu Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera, Target Rp3 Miliar

“Kita semua hadir di sini untuk meningkatkan kualitas iman kita, minimal menjadi iman awwam,” tegas Prof Nasaruddin.

Namun khatib tetap mengajak jamaah untuk introspeksi dan termotivasi untuk meningkatkan kualitas iman menuju maqam Ahlullah.

Lautan Ukhuwah yang Mengharukan

Lapangan seluas 46 kali lapangan sepakbola ini menjadi miniatur persaudaraan Islam global. Perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia dan 80 negara menciptakan mosaik ukhuwah yang mengharukan. Senyum, salam, dan jabat tangan mengalir hangat tanpa sekat.

Suasana penuh kasih sayang ini membuktikan bahwa Islam mampu menyatukan keragaman. Kehadiran para tokoh nasional yang berbaur dengan masyarakat semakin mempertegas kesetaraan dan kebersamaan.

Berkah Ekonomi bagi UMKM

Di sekitar area ibadah, UMKM tumbuh subur. Berbagai stan menjual kebutuhan jamaah, mulai dari makanan ringan, buah-buahan, hingga perlengkapan akomodasi seperti alas tidur, bantal, kelambu, dan peralatan masak portable. Keberadaan mereka memudahkan jamaah dan menunjukkan dampak ekonomi positif dari acara keagamaan besar ini.

Secara keseluruhan, Ijtima’ Tabligh Akbar ini adalah perjalanan spiritual kolektif untuk meningkatkan iman, mempererat persaudaraan, dan memberdayakan ekonomi umat. Sebuah perhelatan yang memadukan keteduhan iman, kehangatan ukhuwah, dan geliat ekonomi dalam harmoni yang membanggakan.

Writer: Saeed Kamyabi

Editor: TEDLINE.id

Previously

UAS : Hadiri Ijtima’ Ulama Dunia 2025 di Lampung

Next

IKADIN Provinsi Bengkulu Gelar PPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TedLINE.id
advertisement
advertisement