Tim Dosen UNIB–UPP Sosialisasikan Pengembangan Usaha Kopi Sachet dan Cup Celup di Desa Bandung Jaya

TEDLINE.id – Tim dosen dari Universitas Bengkulu (UNIB) dan Universitas Pat Petulai (UPP) menggelar sosialisasi program pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pengembangan Usaha Kopi Sachet dan Cup Celup” di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Program ini bertujuan mendorong inovasi produk kopi lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar modern.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Bandung Jaya Suwandi, perangkat desa, serta Ketua dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kaba Indah Lestari selaku mitra sasaran. Dalam sambutannya, Suwandi menyampaikan apresiasi atas pemilihan Desa Bandung Jaya sebagai lokasi program pengabdian.

“Desa Bandung Jaya dikenal sebagai sentra penghasil kopi di Kabawetan. Kami menyambut baik dan berharap program ini berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Suwandi.

Ketua tim pengabdian, Sri Wulandari, S.TP., M.Sc, menyampaikan bahwa program tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga praktik langsung bersama masyarakat. Pendampingan akan meliputi teknologi proses pembuatan kopi sachet instan dan cup celup, teknik pengemasan modern, hingga strategi pemasaran digital. Program ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan berbasis Masyarakat dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun anggaran 2025.

Melalui kegiatan ini, warga diperkenalkan dengan berbagai inovasi diversifikasi produk kopi tanpa meninggalkan bahan baku utama. Tim dosen juga memberikan materi mengenai manajemen usaha, branding, dan pemasaran agar produk kopi desa dapat menembus pasar lebih luas, termasuk sektor pariwisata dan platform digital.

Program ini juga menjadi langkah awal pembentukan kelompok usaha kopi desa yang akan mendapat pendampingan lanjutan dari tim UNIB–UPP, mulai dari produksi, perizinan, hingga pemasaran.

Sri Wulandari berharap program menjadi contoh kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung hilirisasi produk lokal.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjual kopi bubuk, tetapi mampu memproduksi olahan kopi bernilai tambah tinggi,” ujarnya.

Program ini turut mendukung beberapa Asta Cita, antara lain:

  1. Peningkatan lapangan kerja, kewirausahaan, dan industri kreatif berbasis masyarakat;
  2. Hilirisasi dan industrialisasi produk lokal untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri;
  3. Pembangunan ekonomi dari desa sebagai upaya pemerataan dan pengentasan kemiskinan.
Baca Juga :  PGRI Bengkulu Sampaikan Aspirasi Guru, Gubernur Helmi Siap Tindaklanjut

Dengan adanya program ini, Desa Bandung Jaya diharapkan dapat menjadi sentra inovasi produk kopi unggulan Kabupaten Kepahiang sekaligus memperkuat citra kopi Bengkulu di tingkat nasional. (ad)

Previously

Andry Hakim Beli Saham CBRE

Next

Pengiriman BBM ke Bengkulu Terkendala Badai, Ini Langkah Pertamina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TedLINE.id
advertisement
advertisement